Guardiola Beruntung Pernah Juara Liga Champions Bersama Barcelona

Manajer Manchester City, Pep Guardiola, mengaku jika dirinya merasa beruntung pernah menjuarai Liga Champions bersama Barcelona. Tidak hanya itu, sang manajer juga mengaku beruntung sempat melatih pemain-pemain bintang seperti Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez.

Bandar Judi Online – Bukan rahasia lagi jika dalam beberapa musim terakhir Guardiola disebut sebagai salah satu pelatih terbaik yang ada di dunia. Pasalnya selama karier sebagai manajer tim, Guardiola telah merengkuh berbagai trofi bergengsi di Spanyol, Jerman, dan Inggris. Namun tak sedikit pula para kritikus yang menilai Guardiola hanyalah sosok manajer yang beruntung.

Hal itu berdasarkan fakta di mana Guardiola hanya mampu menjuarai Liga Champions saat masih melatih Barcelona. Pasalnya klub tersebut diperkuat oleh sejumlah pemain bintang seperti Messi, Iniesta, dan Xavi poker online .

Guardiola sendiri lantas menjawab kritikan tersebut dengan cara yang unik. Dirinya tak membantah, tak melakukan pembelaan diri, namun sepakat dengan kritikan tersebut. Dengan kata lain, Pep mengaku memang beruntung bisa melatih Barcelona.

“Saya akan setuju dengan mereka. Ketika saya masih di Barcelona, saya sudah pernah mengatakan bahwa saya punya pemain luar biasa. Saya juga mendapatkan pemain yang sama di Munchen dan di Manchester, tapi di Barca saya adalah pria yang beruntung, dan saya setuju dengan mereka,” ujar Guardiola dilansir dari Manchester Evening News.

Kendati demikian, Guardiola mengingatkan jika untuk menjuarai Liga Champions tidaklah mudah karena kompetisi itu sangat spesial. Level Liga Champions dinilainya sangat berbeda dengan kompetisi domestik, pasalnya banyak tim-tim besar tak bisa berbicara banyak di ajang ini. Saat ini Guardiola bersama City memasuki musim ketiga. Dengan kata lain, dia boleh sedikit yakin akan laju timnya di Liga Champions.

“Musim pertama kami adalah kegagalan besar. Saya percaya tim ini tampil lebih baik setelah tiga musim bersama daripada musim pertama lalu – kami sudah bekerja sama cukup lama dan kami mengenal satu sama lain lebih baik lagi,” ujarnya melanjutkan.

“Namun, kompetisi ini [UCL] berbeda. Tim dalam kondisi bagus, anda harus bisa melewati momen-momen sulit, melewatinya, dan membuat perbedaan di momen yang tepat,” pungkasnya.