Kondisi Hubungan Lukaku dengan Solskjaer Sebelum Tinggalkan MU

Romelu Lukaku sedikit menjelaskan bagaimana hubungannya dengan Ole Gunnar Solskjaer menjelang kepergian ke Inter Milan beberapa waktu lalu. Dia menegaskan bahwa Solskjaer selalu jadi pelatih terbaik.

Sebelum benar-benar mendarat di Italia, Lukaku sempat diterpa rumor negatif tentang posisinya di Manchester United. Kabarnya, Solskjaer tidak menyukai pemain seperti Lukaku dan sengaja mengusirnya dengan segala cara. agen judi bola

Lukaku pun sempat dikabarkan sengaja pergi karena tak mau hanya jadi pemain cadangan di bawah Solskjaer. Dia ingin membuktikan kualitasnya sebagai pemain inti. judi bola

Kini, setelah beberapa pekan berlalu, Lukaku menjelaskan bagaimana situasi sebenarnya dengan Solskjaer. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 3
Situasi Sebenarnya
Lukaku pernah berkata bahwa salah satu alasannya meninggalkan MU adalah karena selalu dijadikan kambing hitam atas kekalahan tim. Dia tak menarik komentar tersebut, sebab memang itu yang dia rasakan.

“Itulah yang saya rasakan saat itu [dijadikan kambing hitam]. Jika Anda mau melihatnya kembali, saya tidak salah. Satu hal tentang saya adalah bahwa saya selalu berbicara jujur,” tegas Lukaku kepada BBC Sport.

“Saya akan mengatakan apa yang saya pikirkan. Itu yang saya rasakan. Itu yang saya lihat.”

2 dari 3
Bersikap Jujur
Biar begitu, Lukaku tak lantas menyalahkan Solskjaer sebagai pelatih yang tidak tepat. Dia sudah berbicara empat mata dengan Solskjaer, berbicara di antara dua pria, dan hasilnya mereka bersepakat untuk berpisah.

“Namun, saya tidak bisa terus melihat ke belakang dan mengatakan bahwa ini terjadi karena Ole bukan pelatih yang tepat untuk saya. Saya tidak bisa melakukan itu,” lanjut Lukaku.

“Saya dan Ole sudah berusaha bekerja bersama tetapi pada satu titik saya harus berkata jujur dengan dia. Dia juga jujur kepada saya. Kami menemukan kesepakatan.”

3 dari 3
Alasan Pergi
Kala itu, setelah berbicara, Lukaku memahami bahwa Solskjaer tidak pernah memandangnya remeh. Kedua pihak ini hanya berusaha jujur, lalu pada akhirnya jalan terbaik adalah dengan kepergian Lukaku.

“Saya ingin pergi. Dia memahami alasan saya ingin pergi,” imbuh striker Belgia ini.

“Itu akan sellau jadi sesuatu yang membuat saya berterima kasih padanya. Kami berbicara sebagai pria ke pria. Saya berkata padanya tentang perasaan saya dan dia memahaminya.”

“Dia selalu menghargai saya dan selalu melindungi saya,” tutupnya SILETPOKER